Jenis Kain Bahan Baju

Jenis macam kain bahan kaos atau baju

Kaos merupakan salah satu jenis fashion yang banyak digemari semua kalangan. Hal ini dikarenakan kaos merupakan pakaian atasan yang simpel, fleksibel namun tetap elegan. Hampir semua orang menyukai kaos baik itu pria, wanita maupun anak-anak.

Salah satu kelebihan kaos adalah kita dapat bebas mendesain kaos sendiri. Kita bebas memilih jenis gambar atau teknik sablon yang dikehendaki. Begitu pula dengan pilihan warna yang banyak tersedia.

Akan tetapi, sebelum membuat kaos pastikan kamu mengetahui macam-macam kain bahan kaos. Ada banyak pilihan kain yang tersedia. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Kain bahan kaos berbeda dari banyak kriteria. Misalnya berbeda dari bahan asal. Ada yang berasal dari kapas; ada juga yang berasal dari bahan sintetis. Ada yang menyerap keringat; ada pula yang tidak. Belum lagi perbedaan ketebalan, harga, keawetan, dll.

Yang jelas, dengan tahu jenis kain kaos yang tepat akan menghindarkanmu dari penyesalan karena salah memilih bahan.

Berikut ini jenis macam bahan kain untuk kaos yang banyak digunakan.

1. Cotton Combed (Katun Kombed, Kambed)

Dikenal juga dengan katun kambed atau katun kombed.

Kain ini terbuat dari 100% serat kapas murni dengan finishing yang lebih halus, rata dan rapi. Sehingga menghasilkan kain yang lembut, tidak berbulu, adem dipakai dan menyerap keringat.

kain bahan kaos katun kambed cotton combed

Variasi cotton combed berdasarkan jenis benang dan gramasinya (gr/m2) yakni 20S, 24S, 30S dan 40S. Semakin tinggi angkanya, maka semakin tipis bahannya dan semakin mahal harganya.

Sifat kain katun kombed memudahkan pencucian dan proses penyablonan. Kain ini paling banyak digunakan untuk bahan kaos distro terutama yang 20S dan 30S.

2. Cotton Carded (Katun Karded, Kardet)

Kain katun karded sebenarnya berbahan sama dengan katun kombed. Hanya saja, pada katun kaded finishingnya berbeda sehingga menghasilkan permukaan kain yang cenderung lebih berbulu dan berserat.

Bahan kain katun karded atau cotton carded

Walaupun begitu tidak mengurangi kenyamanannya dibandingkan katun kambed. Katun kaded tetap adem dipakai, tidak mudah kusut dan luntur.

Cotton carded harganya lebih murah. Sehingga digunakan untuk pasaran menengah ke bawah seperti untuk seragam/kaos buruh dan karyawan pabrik.

3. Polyester (Poliester, PE)

Serat kain polyester terbuat dari plastik hasil olahan sampingan minyak bumi. Kain ini lebih kuat dan tahan jika direndam dalam waktu yang lama karena terbuat dari bahan sintetis.

Kain poliester atau polyester terbuat dari bahan sintetik asal minyak bumi

Sayangnya, kaos polyester tidak menyerap keringat sebaik kaos katun dan terasa lebih panas jika dikenakan. Noda minyak dan makanan juga lebih susah hilang pada kain poliester.

4. Tetoron Cotton (TC, Semikatun)

Dari namanya dapat ditebak kalau kain Semikatun merupakan campuran antara poliester dan katun. Kadar campurannya sekitar 35% cotton combed dan 65% polyester.

Kain tetoron cotton, TC atau semikatun merupakan campuran antara katun dan poliester

Sifat Tetoron Cotton halus dan lembut. Kelebihan lainnya adalah tidak mudah kusut dan melar dalam waktu yang lama. Namun ketika dipakai TC sedikit lebih panas dan tidak baik dalam menyerap keringat dikarenakan kandungan polyesternya.

5. Viscose dan Cotton Viscose (CVC)

Kain Viscose sering disebut juga dengan Rayon. Kain ini terbuat dari serat selulosa sintetik. Karakter Viscose yaitu tahan kelembaban, warna yang cemerlang dan tekstur yang lebih lembut dibandingkan kapas.

Viscose biasanya dipilih untuk memberikan kesan mewah. Harganya juga lebih mahal dan jarang tersedia di pasaran.

Kombinasi Viscose dan Katun menghasilkan Cotton Viscose. Proporsinya sekitar 45% Viscose dan 55% Cotton Combed.

Kain katun viscose atau viscose cotton disebut juga dengan kain rayon

Bagi yang menginginkan kain dengan tingkat susut (shrinkage) kecil, bisa menyerap keringat dan nyaman dipakai sebaik katun, kain ini cocok buatmu.

6. Katun Lacoste

Katun lacoste berbahan dasar katun sama seperti katun kombed dan katun kaded. Namun finishingnya berbeda sehingga menghasilkan permukaan yang lebih berlubang/berpori.

Jenis kain ini sering digunakan sebagai bahan kaos semi formal yang berkerah yang disebut kaos polo. Disebut kaos polo karena brand Polo yang pertama kali mempopulerkan kaos seperti ini.

Katun lacoste adalah kain untuk membuat baju polo atau kaos berkerah

Kelebihan kain ini diantaranya nyaman dipakai, adem dan menyerap keringat dengan baik. Hanya saja, kainnya lebih tebal daripada katum kombed atau kaded.

7. Lacoste TC/CVC

Kain ini finishingnya dan jenisnya sama dengan katun Lacoste. Peruntukannya juga sama untuk kaos berkerah/kaos polo. Hanya saja bahan dasarnya adalah poliester. Jadi tidak seadem Lacoste berbahan dasar katun saat dipakai.

8. Kain Hyget

Kain Hyget berbahan dasar plastik polyester. Kain ini paling tipis dari semua jenis kain sebelumnya. Ciri khas lainnya yaitu lebih elastis tapi lebih berat dibandingkan dengan spandex.

Kain spandex atau hyget berbahan dasar poliester dengan sifat elastis

Harganya juga paling murah. Kain ini banyak dipakai untuk kaos promosi, kaos pilkada, dll yang sering dibagikan secara cuma-cuma.

OK, jadi kira-kira itulah delapan macam bahan kain kaos yang banyak digunakan. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Harganya juga bervariasi mulai yang paling mahal hingga yang paling murah.

Saran kami, ada dua hal yang harus anda pertimbangkan dalam memilih bahan kaos. Pertama, kaos seperti apa yang anda butuhkan. Karena bahan kaos distro jelas berbeda dengan bahan kaos jersey. Kedua, budget yang kamu miliki. Sebut saja jika dana yang dimiliki terbatas, kamu bisa memilih kaos dengan grade di bawahnya. Misalnya memilih katun karded dibandingkan katun kambed.

Demikian informasi jenis kain bahan kaos ini. Semoga bermanfaat.